Science and Technology

Science and Technology Program photos by RCFI and JKRIReef Check mendukung dan berperan aktif dalam penyediaan data-data, informasi dan teknologi yang berlandaskan sains untuk pengelolaan pesisir dan laut yang terpadu.

1. Indonesia Bleaching Alert Network

Dimulai pada tahun 2009 saat terumbu karang Bali dikejutkan dengan peningkatan suhu di atas ambang batas toleransi karang yang mengakibatkan terjadinya fenomena pemutihan karang di beberapa lokasi terumbu di sepanjang Bali sisi barat, utara hingga ke arah  timur. Reef Check Indonesia dengan dukungan dari dive operator dan pengelola DPL masyarakat melakukan survei untuk melihat dampak dan respon terumbu di Bali.

belajar dari kejadian 2009, mulai tahun 2010 program ini dikembangkan menjadi sebuah jejaring kolaborasi ” Indonesia Bleaching Alert Network” yang dikembangkan bersama CORAL dan TNC IMP.

Aktifitas program ini meliputi :

  1. Penyebaran Newsletter mengenai perkembangan pergerakan dan fluktuasi suhu permukaan laut di sekitar wilayah Indonesia
  2. Pembentukan tim pemantau kejadian pemutihan karang, bekerjasama dengan jejaring pemantauan terumbu karang reef check Indonesia. Tim yang aktif saat ini 8 lokasi : Aceh, Karimunjawa, Situbondo, Baluran, Bali, Makassar, Palu, Kalimantan Timur dan Gili Trawangan. Ada 12 provinsi lainnya yang masuk dalam jejaring sukarelawan ini, namun masih memiliki keterbatasan sumberdaya untuk pelaksanaan pelatihan dan pemantauan terumbu rutin.
  3. Pemasangan temperatur logger (pencatat suhu otomatis yang dipasang di kedalaman 8-20m) untuk mencatat fluktuasi suhu laut di terumbu karang. Saat ini logger telah terpasang di : Aceh, Bintan, Ujung Kulon, Bali, Gili Trawangan, Alor, Makassar, Teluk Togean dan Teluk Cenderawasih Papua. Reef Check berencana untuk memasang lebih banyak logger agar mampu mengcover seluruh terumbu karang di Indonesia.
  4. Reef Check Indonesia sedang mengembangkan pembuatan situs Crowdmap ”Indonesia coral reef network”  sebagai wadah komunikasi dan berbagi informasi terumbu karang di Indonesia yang terbuka untuk publik.

How we spend your contribution ?

  • Every 1.000.000 IDR (100 USD) to fund 2 dives for our coral reef survey
  • Every 1.131.600 IDR (123 USD) could pay for buying and installing one U/W temperature logger in another one reef on Bali. Series data of sea temperature will provide better picture on how the temperature fluctuate and how the coral respond the condition. Rp 1.131.600 dapat membiayai pembelian satu unit perekam suhu untuk dipasang di salah satu terumbu di Bali. Data seri suhu laut akan memberi gambaran yang lebih baik mengenai bagaimana suhu berfluktuasi dan bagaimana karang merespon perubahan-perubahan tersebut.)
  • Reef Check membuka donasi bagi pembuatan situs crowdmap bagi “indonesia coral reef network”


2. Jejaring sukarelawan pemantauan Terumbu Karang Nasional
Menindaklanjuti komitymen yayasan untuk mendukung Jaringan Kerja Reef Check Indonesia (JKRI) dalam melakukan survei Reef Check (RC), yayasan  mengkoordinir  dan mendinamisasi aktifitas sukarelawan dalam memantau terumbu karang diseluruh wilayah terumbu karang Indonesia.Saat ini tercatat 8 provinsi telah aktif dan regular melakukan survey tahunan dan 12 provinsi lainnya dalam proses. Tercatat lebih 2000 orang penyelam telah pernah terlibat dalam kegiatan nasional ini. Saat ini, setiap tahunnya minimal 200 penyelam ambil bagian dalam survey.

Mulai tahun 2009, ditetapkan pula bahwa tanggal 22 Oktober sebagai hari Reef Check (Reef Check Day) di Indonesia, hari survei RC di seluruh Indonesia secara serentak.

How we spend your contribution ?

  • 1.800.000 IDR (200 USD) could pay for kick funding to conduct annual Reef Check Monitoring in one monitoring team of Indonesia Reef Check Network, distributed from Sabang to Papua. The monitoring provide series data of coral reef condition froum various reefs around Indonesia. (Rp 1.800.000 IDR dapat membiayai dana subsidi pelaksanaan pemantauan tahunan Reef Check di salah satu tim Jaringan Kerja Reef Check Indonesia  (JKRI) yang tersebar di berbagai propinsi di Indonesia. Mulai dari Sabang hingga ke Papua. Pemantauan ini menyediakan data seri mengenai kesehatan terumbu karang di berbagai lokasi di Indonesia.)


3. Rehabilitasi Terumbu Karang
Bekerjasama dengan berbagai pihak yang membutuhkan konsultasi dan fasilitasi dalam hal rehabilitasi terumbu karang di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Untuk mendukung dalam pengembangan penelitian dan teknik rehabilitasi ekosistem pesisir, Reef Check Indonesia pada tahun 2008 ini sedang mengembangkan sebuah pusat riset dan informasi yang terletak di Bali Utara.

How we spend your contribution ?

  • 6.440.000 IDR (70 USD) could pay for building one unit of Hexadome in Local Marine Management Area. The Hexadom is an artificial structure develop by ADS Indonesia, this structure develops to provide and consolidate reef substratum as well as reduce wave energy that become one of main caused abrasion on coastal line. Rp 6.440.000 dapat membiayai pembuatan 1 unit Hexadom di Daerah Pengeolaan Laut Desa atau wilayah terumbu yang rusak. Hexadome merupakan struktur yang dikembangkan oleh ADS Indonesia, berguna untuk menyediakan dan memperkuat substrat terumbu selain juga untuk mengurangi energi gelombang yang menjadi salah satu penyebab abrasi


4. Rehabilitasi Ikan Karang

Merupakan “pilot project” Reef Check yang dimulai sejak tahun 2007 dan didanai oleh Coremap II. Bertujuan untuk mencari dan mengujicoba teknologi penangkapan post-larva ikan dengan cara sederhana, ramah lingkungan dan aplikatif untuk rehabilitasi stok sumberdaya perikanan di kawasan perlindungan laut. Post-larva ikan yang ditangkap dibesarkan dan dipelihara secara alami sampai waktunya siap untuk dilepaskan kembali (restocking) di daerah perlindungan laut. Dalam jangka panjang, dapat diterapkan sebagai salah satu sumber mata pencaharian bagi masyarakat nelayan.

How we spend your contribution ?

  • 10.000.000 IDR (1.000 USD) could pay for develop one unit of post larvae facility in Local Marine Management Area.



Testimonies:

Fauna & Flora International (FFI) is proud to have been involved with Reef Check Foundation Indonesia since 2010. We are developing a programme of mutual capacity building as well as supporting Reef Check’s work with local communities in Bali to conserve coral reefs. The Reef Check Foundation Indonesia team are incredibly passionate and knowledgeable about what they do and have an impact way beyond their size. We were delighted to have Jensi Sartin train our staff in Reef Check Methodology recently as well as present to our team on Reef Check’s coral reef resilience work. Keep up the good work!

Fauna & Flora International (FFI)