Science and Technology
Reef Check mendukung dan berperan aktif dalam penyediaan data-data, informasi dan teknologi yang berlandaskan sains untuk pengelolaan pesisir dan laut yang terpadu.
Pemantauan Pemutihan Karang
Tahun 2009 terumbu karang Bali dikejutkan dengan peningkatan suhu di atas ambang batas toleransi karang yang mengakibatkan terjadinya fenomena pemutihan karang di beberapa lokasi terumbu di sepanjang Bali sisi barat, utara hingga ke arah timur. Reef Check Indonesia dengan dukungan penuh dari dive operator dan pengelola DPL masyarakat melakukan survei untuk melihat dampak dan respon terumbu di Bali. Sesuai prediksi bulan-bulan yang sama kejadian ini kembali terjadi di tahun 2010, sekali lagi dengan bantuan komunitas yang sama, Reef Check Indonesia melakukan pemantuan.
Januari 2011 dengan bantuan TNC, kami melakukan survei ke lokasi-lokasi terumbu mulai dari barat hingga timur Bali dan Gili Terawangan,Meno dan Air. Secara umum, tidak banyak kerusakan oleh kejadian bleaching 6 bulan sebelumnya. Beberapa lokasi bahkan menujukkan regrowth (pertumbuhan kembali) yang sangat baik.
Direncanakan, July 2011, Reef Check akan meninjau kembali lokasi-lokasi tersebut, untuk melihat perkembagan kondisi terumbu.
Reef Check Indonesia bekerjasama dengan berbagai partner dalam program ini : IUCN, The Nature Conservancy, Wildlife Conservation Society Marine Programme serta dive operator di Bali, Lombok, Bunaken serta Jaringan Kerja Reef Check Indonesia.
Reef Check juga telah memasang temperatur logger, untuk mencatat fluktuasi suhu laut di beberapa lokasi di Indonesia.
How we spend your contribution ?
- 1.131.600 IDR (123 USD) could pay for buying and installing one U/W temperature logger in another one reef on Bali. Series data of sea temperature will provide better picture on how the temperature fluctuate and how the coral respond the condition. (Rp 1.131.600 dapat membiayai pembelian satu unit perekam suhu untuk dipasang di salah satu terumbu di Bali. Data seri suhu laut akan memberi gambaran yang lebih baik mengenai bagaimana suhu berfluktuasi dan bagaimana karang merespon perubahan-perubahan tersebut.)
- 500.000 (56 USD) to fund 2 dives for our coral reef survey in Bali
Pemantauan Terumbu Karang dan MegaFauna
Menindaklanjuti komitymen yayasan untuk mendukung Jaringan Kerja Reef Check Indonesia (JKRI) dalam melakukan survei Reef Check (RC), yayasan mengkoordinir dan mendinamisasi aktifitas pemantauan terumbu karang dengan metoda Reef Check diseluruh wilayah terumbu karang Indonesia. Mulai tahun 2009, ditetapkan pula bahwa tanggal 22 Oktober sebagai hari Reef Check (Reef Check Day) di Indonesia, hari survei RC di seluruh Indonesia secara serentak.
Mulai 2008, bekerjasama dengan WCS, yayasan mengembangkan tool pemantauan megafauna laut (Paus, luma-lumba, penyu, Hiu, dll) di Aceh dan Bali melalui pelibatan aktif pelaku bisnis wisata bahari. Tahun 2009 ini ujicoba sudah berlangsung dan 2010 akan diproduksi secara resmi.
How we spend your contribution ?
- 1.800.000 IDR (200 USD) could pay for kick funding to conduct annual Reef Check Monitoring in one monitoring team of Indonesia Reef Check Network, distributed from Sabang to Papua. The monitoring provide series data of coral reef condition froum various reefs around Indonesia. (Rp 1.800.000 IDR dapat membiayai dana subsidi pelaksanaan pemantauan tahunan Reef Check di salah satu tim Jaringan Kerja Reef Check Indonesia (JKRI) yang tersebar di berbagai propinsi di Indonesia. Mulai dari Sabang hingga ke Papua. Pemantauan ini menyediakan data seri mengenai kesehatan terumbu karang di berbagai lokasi di Indonesia.)
Coral Reef Rehabilitation
Bekerjasama dengan berbagai pihak yang membutuhkan konsultasi dan fasilitasi dalam hal rehabilitasi terumbu karang di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Untuk mendukung dalam pengembangan penelitian dan teknik rehabilitasi ekosistem pesisir, Reef Check Indonesia pada tahun 2008 ini sedang mengembangkan sebuah pusat riset dan informasi yang terletak di Bali Utara.
How we spend your contribution ?
- 6.440.000 IDR (70 USD) could pay for building one unit of Hexadom in Local Marine Management Area of Tejakula Village, North Bali. The Hexadom is an artificial structure develop by ADS Indonesia, this structure develops to provide and consolidate reef substratum as well as reduce wave energy that become one of main caused abrasion on coastal line in Tejakula.(Rp 6.440.000 dapat membiayai pembuatan 1 unit Hexadom di Daerah Pengeolaan Laut Desa Adat Tejakula, Bali Utara. Hexadom merupakan salah satu struktur yang dikembangkan oleh ADS Indonesia, berguna untuk menyediakan dan memperkuat substrat terumbu selain juga untuk mengurangi energi gelombang yang menjadi salah satu penyebab abrasi di sepanjang pantai Tejakula)
Pengembangan Tool Resilience Terumbu Karang
Reef Check Indonesia menjadi bagian dari kelompok kerja yang menyusun tool guna membangun metodologi penyusunan database dan analisa reef resilience/ daya pulih terumbu. Kelompok kerja ini berfokus pada perumusan solusi terkait perubahan iklim dan pemutihan karang dikaitkan dengan daya lenting terumbu dan bagaimana intervensi pengelolaan yang diterapkan.
Pendataan Rantai Penangkapan dan Pemasaran Ikan Karang Hidup Konsumsi
Didukung oleh WWF, yayasan dan Jaringan Kerja Reef Check Indonesia (JKRI) membangun inisiasi pendataan rantai penangkapan dan pemasaran live reef fish food (LRFF) di Indonesia. Hasil penelitian ini akan digunakan untuk membantu pengelolaan ikan karang secara tepat guna.
Rehabilitasi Juvenil Ikan Karang
Merupakan “pilot project” Reef Check yang dimulai sejak tahun 2007 dan didanai oleh Coremap II. Bertujuan untuk mencari dan mengujicoba teknologi penangkapan post-larva ikan dengan cara sederhana, ramah lingkungan dan aplikatif untuk rehabilitasi stok sumberdaya perikanan di kawasan perlindungan laut. Post-larva ikan yang ditangkap dibesarkan dan dipelihara secara alami sampai waktunya siap untuk dilepaskan kembali (restocking) di daerah perlindungan laut. Dalam jangka panjang, dapat diterapkan sebagai salah satu sumber mata pencaharian bagi masyarakat nelayan.




