terumbu karang
Training Reef Check EcoDiver di Gili Trawangan, Lombok, NTB
Kamis, Februari 10th, 2011 | Berita 2010 | & Komentar
Gili EcoTrust memfasilitasi sertifikasi Reef Check EcoDiver bagi 12 penyelam di Gili Trawangan (5/2). Para penyelam berasal dari staff Gili EcoTrust, mahasiswa dan dosen Universitas Mataram dan juga staff dari Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang. Sertifikasi ini merupakan sertifikasi ke 2 yang dilakukan di kawasan Gili dan diharapkan menjadi awal bagi terbentuknya jejaring sukarelawan pemantauan terumbu karang di kawasan yang berstatus kawasan konservasi perairan ini. › Baca Selengkapnya
Bleaching summary report for Indonesia
Selasa, Nopember 30th, 2010 | Berita 2010 | Tidak ada Komentar
Compiled by : Naneng Setiasih (Reef Check Foundation Indonesia) and Joanne Wilson (TNC)
Mass bleaching in Indonesia this year recorded in Sabang, Aceh, Padang, Thousand Island Jakarta, Karimun Jawa, Situbondo, Banyuwangi, Bali (Ngurah Rai Reef, North-East Bali), The Gilis Lombok, Bangko-Bangko, Lombok, Kupang, Wakatobi, Spermonde, Tomini Bay, and Ambon. About 50 different organization and individuals, range from surfers, fisherman, diver, dive operators, and scientists from government or university/science institute reported the bleaching from mid March to mid June 2010. Up to 100% bleaching on susceptible species were reported, and in some areas, severe bleaching also affect more resistant genus. From the report, in general, bleaching reported in Sumatra were severe, as well as in Sulawesi. Bleaching in Jawa, Bali , and Lombok were mild to medium, as well as in Moluccas and Kofiau, and South East Misool, Raja Ampat, West Papua. However, there is a need for more assessment to confirm the finding.
RC dan DPL Tejakula Kembangkan Program REEFine Untuk Terumbu Karang yang “terpinggirkan”
Senin, Nopember 29th, 2010 | Berita 2010 | Tidak ada Komentar
REEFine dikembangkan untuk menyelamatkan terumbu karang-terumbu karang yang terpinggirkan dan dipandang sebelah mata (umumnya memiliki kondisi rata-rata serta tidak memiliki spesies kharismatik). Program ini berfokus pada pengembangan konsep baru wisata yaituy dengann mengemas ulang aktifitas konservasi menjadi sebuah aktifitas wisata yang unik, menarik dan mendidik.
Ada banyak lokasi terumbu karang di berbagai tempat yang kondisinya sangat rata-rata. Selain kondisinya rata-rata, umumnya lokasi-lokasi ini belum memiliki suatu jenis ikan/karang/biota laut lainnya yang unik/karismatik (seperti mola-mola, pari manta, wobegong, dll). Akibatnya terumbu-terumbu ini umumnya terlupakan bahkan terpinggirkan baik dari perhatian masyarakat bahkan terkadang oleh program pemerintah. Program REEFine dikreasi untuk menyelamatkan terumbu-terumbu ini. Konsepnya sederhana, menggunakan pendekatan holistik, dengan melihat terumbu sebagai sebuah hubungan antara berbagai jenis biota dan hubungannya dengan lingkungannya, yang berjalan dalam sebuah proses waktu dan ruang. Bukan pendekatan spesies (karang saja atau ikan unik tertentu) dan bukan hanya sebagai sebuah kejadian tunggal . Program ini dibawa melalui jalur pariwisata. Masyarakat diajak untuk mengenal dan terlibat dalam mengelola terumbu.
Untuk tahap awal ini, Reef Check bersama sama pengelola DPL Desa Tejakula akan menguji cobakan program ini di kawasan pengelolaan laut di Bali utara ini.
Untuk lebih lanjut dan bagaimana terlibat dalam program ini, hubungi Reef Check Indonesia atau mengunjungi pengembangan program ini di http://www.changemakers.com/



